Powered By Blogger

Kamis, Maret 22, 2012

Kembali pada Tujuan Rumah


Kembali ke Tujuan Rumah

Ingatan yang perlu kita ingat, adalah tujuan sejati dari terselenggarakannya acara ini, Yakni agar kita selalu teringat, terjaga, & terteguhkan di aspek aqidah, berupa Islam yang tidak setengah-setengah, apalagi KTP / sebatas menurut formalitas (anut-anutan orang sekitar). Padahal seharusnya secara totalitas ((كافّةً. Karena jika tidak, maka laksana hamba yang “Ora’ ngalor ora’ ngidul (لاشرقيّة ولا غربيّةl(”, itulah ungkapan untuk ia yang tidak berperinsip jelas dalam hidupnya, terlebih untuk era kini yang tidak bisa ditebak sebagai periode hidup yang apa dan mana?Dan satu hal juga, karena realitas kita, yakni insan, tempat pastinya lupa dan dosa.
Sudah seewajibnya bagi kita untuk mendengar secara seksama & khidmat lantunan-lantunan hikmah yang di utarakan para masyayikh dan para Ustadz yang lain, sehingga kita mampu menginstropeksi diri pribadi masing-masing, demi kesejahteraan hidup yang berlandasan menurut Al-Qur’an & As-Sunnah.
Haruslah kita renungi kembali betapa dahsyatnya firman Allah ; “يَوْمَ نَدْعُوْا كلَّ اُناس بإمامهْم  (Di hari itu, Aku (Allah) akan memanggil setiap satuan manusia “di alam makhsyar” beserta imam yang ia anut)  Q.S Al-Isro Ayat 71.  Dan sabda nabi Muhammad SAW ; "المؤمن مرأة المؤمنين" (Seseorang yang beriman adalah cermin bagi mu’min-mu’min selainnya), &إنّما يخشر النّاس مع من أحبّ
 (Sesunggunhnya manusia akan di kumpulkan “di alam Makhsyar”  bersama orang yang  ia idola-idolakan / cintai).

Jadi hal yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi siapakah panutan kita, sandaran kita, idola kita, cinta kita ???,,
Orang Baratkah ?Personil band-kah? Persepak bolakah ? Akankah karakternya yang demikian layak ternobatkan sebagai penghuni surga a
tau neraka??                    
Maka pikirkan secara jangka panjang untuk raga dan jiwa ini selayaknya di taruh ke mana & kepada siapa??? Sehingga adanya dapat menjadi syafaat di satu hari, di mana tidak ada 1 pun yang mampu menolong dalam kegalauan, kesukaran, & kesempitan dalam gerak & laku.
-Kembali ke lingkungan kita, bahwasanya santri PIM sejatinya tidak kalah dengan para siswa-siswa sekolah lain, hanya saja kasus kronis yang bersemayam adalah “malas, lemah semangat, ketiadaan spirit juang, optimis, & al-hirs / sungguh-sungguh”, Maka camkan bait syair yang terurai berikut ini ;
"إجْهدْ ولاتكسلْ ولاتك غافلاً # فندامة العقبى لمنْ يتكاسل"
(Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malasan dan jangan Anda terlanjur menjadi si bodoh. Maka jika demikian, penyesalan yang berlarut hanya teruntuk ia yang bermalas-malasan)
Maka Solusi yang membantu adalah membuat rangkaian kalimat “INGATLAH TUJUAN DARI RUMAH” di tempat yang mudah jadi sorotan mata, Sehingga ada jamuan ulang untuk hati & keyakinan yang lebih teguh lagi. (Faizin.Red. Berdasarkan kutipan ceramah mau'idhoh hasanah oleh ust. KH. Ali Fattah Ya'qub di halaman PIM, 01 Desember 2012)

0 komentar:

Posting Komentar