Powered By Blogger

Kamis, November 03, 2011

Ketua PTM


Pemilihan Ketua PTM


Riuh renyah para siswa 3 Aly sebelum acara dimulai
KAJEN (12-10-2011)-Pagi yang cerah menyapa. Empat orang dengan wajah sumringah melangkah ke meja khusus (VVVIP) yang disediakan oleh komisi pemilihan umum wilayah karesidenan Aliyah. Mereka adalah wakil-wakil kelas masing-masing yang memiliki hak dipilih menjadi leader PTM di mana menjadi seorang leader adalah sebuah kebanggaan. Nek coro rokok sejati ‘memang bikin bangga’.
Orang yang paling tegang dalam ruangan itu adalah presiden HSM yang diserang oleh kakak-kakak 3 Aly seng rewel gara-gara pemilihan ditunda beberapa kali. Dalam sambutannya, sang presiden yang berasal dari Jogjakarta itu menyampaikan permohonan maafnya karena baru bisa menyelenggarakan pemilihan pada hari itu (piye iki, dab…tapi suwun yo wes sabar ngurusi kakak-kakakmu iki). Tepatnya tanggal 12 Oktober 2011 hari rabu jam ke-3.
Atas nama dewan penasehat hadir Bpk. Su’udi Romli, sang motivator ulung dari ranah Kajen. Dengan suara yang berwibawa beliau menyampaikan perbekalan dalam urusan keorganisasian. Bahwa walau PTM adalah organisasi tertua, tapi harus tetap menghormati HSM sebagai pengayomnya. Jangan gengsi njaluk tulung n kritik mbe seng lewih enom. Menyambut pula bapak Subhan Salim, M. Ag. Beliau berpesan agar PTM tak mengulang kesalahan fatal yang terjadi di masa-masa yang sudah lewat. Para calon pemimpin yang berjumlah empat itu semakin manthuk-manthuk kala goyang kata khas Bapak Shidqon Famulaqih mengguncang. Kali ini Pak Aqib (nama beken Pak Shidqon) mengkritisi bendahara agar bendahara dipilih dari kalangan tegelisme. Yaitu berani berkata TIDAK untuk para penghutang.
Ustadz Sidqon Famulaqih memberi sambutannya
Sebelum acara pemilihan ada sebuah insiden yang membuat ricuh antara kelompok pro dan kontra. Jauharul In’am yang bergelar Pangeran Lor ing Kali Juwana Zuhud Kholifatullah Al-Mu’tashim Billah menyuarakan pendapat bahwa hendaknya memberi kesempatan kepada satu orang lagi untuk dipilih.
“ Begini, pimpinan. Kita masih punya satu orang yang kenyang pengalaman dan layak memimpin PTM ini. Dia adalah…” Belum sempat Zuhud mengakhiri pendapatnya, seisi ruangan bergemuruh. Beberapa melempar botol isi air kemasan dan berteriak ‘cukup pimpinan!’. Tak ayal hal ini membuat pimpinan sidang dilematis. Setelah berdialog dengan para staff-nya, pimpinan sidang memberi hak demokrasi kepada hadirin. Hadirin sepakat bahwa empat calon itu cukup. Berakhirlah hujatan demi hujatan yang dialamatkan kepada Pangeran Lor ing Kali Juwana atau biasa disebut oleh Syekh Muhammad Abduh Al-Qudsy sebagai Arjuna. Arjuna…Arjuna..Arek Juwana…
Pemilihan pun digelar. Orasi-orasi dari masing-masing calon sudah membahana di termin sebelumnya. Para calon yaitu Ah. Shofi Amri (3 Aly A), Mujahiddin/just in biebier (3 Aly B), M. Zuhri (3 Aly C), dan Ayub Dermawan (3 Aly D) juga mendapat jatah kartu peilihan. Kali ini Om Sa’dun dan Kopral Shodiq menjadi pembaca hasil votting teman-teman 3 Aly yang berjumlah 125 (seratus dua puluh lima). Terdengar teriakan yel-yel dari seluruh penjuru ruangan.
Di sudut utara para pendukung Ayub berkoar: Ayub…yeyeyeye. Di sudut selatan yang dipentoli oleh Bilal dan Anang bergoyang ala Romansa mendukung Kenyung alias Zuhri. Kenyung woyo-woyo! Kenyung woyo-woyo! Kedua kubu saling bergesek dan yakin bahwa pilihannya paling layak untuk memimpin.
Panitia penghitungan suara
Sa’dun yang berduet dengan Shodiq dalam pembacaan hasil pemilu menyampaikan pesan bahwa pemilihan ini murni dari hati nurani rakyat. Bukan hasil money politic yang lagi gencar di negri ini.
“ Seharusnya kita sadari, bahwa, kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini didasari pada kejujuran. Kita sama-sama tahu bagaimana Bung Tomo dengan selogannya ALLAHU AKBAR berhasil mematahkan serangan agresi militer Belanda untuk merebut kota Surabaya. Lebih dari itu, demi membentuk karakter suatu bangsa yang bebas dari belenggu kenistaan, maka, kami selaku wakil aspirasi masyarakat akan membuka suara pertama.
“ Mujahiddin”. Tepuk tangan terdengar riuh.
“ Shofi” Makin keras tepukan tangan beradu.
“ Mujahiddin lambene pol seksi” grrrr. Suara tawa menyambut.
“ Shofi, makin tua makin jadi…” Ya, lap pertama memang dikuasai basis Mujahiddin dan Shofi. Sementara suara Ayub sayub-sayub saja terdengar. Apalagi nama Kenyung belum disebut sekali pun. Hal ini membuat gelisah para suporternya yang sudah mengharap jatah mayoran. Luthfi Sukri selaku tim sukses pun semakin pesimistis jagonya yang ia juluki sebagai ‘Prabowonya’ 3 Aly C berhasil mengejar dominasi suara Shofi dan Mujahiddin.
Situasi berbalik di suara ke 30. Nama Ayub sering disebut. Sesekali saja nama Muja dan hanya Shofii yang mampu mengimbanginya.
“ Aku milih Kenyung,” ucap Shodiq membaca surat suara. Seisi ruangan bergema. Rasa-rasanya suka cita yang dirasakan oleh pecinta Kenyung membuat ruang seperti berguncang terkena gempa berkekuatan 8.9 SR. Bilal, Anang, Luthfi, Toyib, dan beberapa tim suksesnya semakin menjadi. Mereka terus menari sebab pilihannya mendapat suara. “KENYUNG WOYO-WOYO, KENYUNG WOYO-WOYO!”.
Sayang, poin terakhir Kenyung hanya bertengger di peringkat juru kunci dengan nilai 3 dari total 125. Muja menyusul dengan 18 suara, Shofi 41, dan the real king disematkan kepada Raden Ngabehi Ayub Dermawan Darmanto Senopati ing Alogo Mudin Anjasmoro dengan perolehan suara maksimal 57. Golongan putih mendapat pemasukan 6.
Saat ketua terpilih diwawancarai oleh situs ini, dia hanya bilang perasaannya campur aduk. Antara yakin dan takut. Celah-celah matanya berkaca-kaca melihat dukungan publik yang luar biasa terhadapnya.
“ Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Alhamdulillah yah. Akhirnya sesuatu membuat saya dipercaya menjadi leader di kesempatan yang membanggakan ini. Saya akan sekuat tenaga dan fikiran, bila perlu nominal, memajukan PTM yang menjejaki tahun ke 100 PIM. Logikanya kita masuk dalam kawasan satu abad mengacu pada hitungan abad bahwa abad 1 dihitung mulai tahun 0-99. Dan kepada seluruh pendukung saya, saya tidak bisa berkata-kata lagi selain mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Dan saya mohon untuk teman-teman yang nantinya kami pilih menjadi panitia,” terangnya sehabis pemilihan. Akhirnya selamat buat Ayub. Semoga PTM kali ini maju! Amin… (jin1abad. Jk)
Sdr. Ayub Dermawan, sang ketua terpilih
Panasnya ruang sidang membuat beberapa siswa gerah

0 komentar:

Posting Komentar