![]() |
| PIM, tempat sejuta cerita |
Seratus tahun merupakan usia yang fantastis bagi sebuah lembaga. Catatan kemerdekan negara RI saja baru menapaki tahun ke-66. Berarti Mathali’ul Falah 'merdeka' jauh sebelum negara ini merdeka.
Dari seratus tahun tersebut pasti banyak mengorbitkan alumni-alumninya di kancah kehidupan nasional atau bahkan internasional. Banyak alumninya yang jadi tokoh di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, bahkan negara. Untuk itulah ada sebuah kiat mengumpulkan keseluruhannya dalam satu tempat. Para siswa beda generasi dikumpulkan guna mempererat silaturrahmi, saling berbagi cerita, saling menjalin komunikasi. Diharapkan para alumni Mathali’ul Falah tidak meninggalkan tali silaturrahmi dengan sesame alumni lainnya dan saling mengenal dengan generasi yang lain. Itulah yang tampaknya tengah dipersiapkan para asatidz.
Persiapan silaturrahmi kali ini difokuskan untuk para alumni yang berasal dari kabupaten Pati (KMF biro Pati). Sebanyak kurang lebih 400 undangan tersebar ke seluruh penjuru kabupaten. Acara dipersiapkan sebaik mungkin agar para alumni yang bernostalgia dengan masa lalunya semakin merindukan suasana kondusifnya PIM. Para siswa 3 Aly mendapat job penting guna menyukseskan acara ini. Sebanyak 30 orang diberi kehormatan untuk andil dalam acara tersebut.
Ustadz Syiddad dan Ustadz Ulin Nuha tampak paling sibuk mengomando siswa 3 Aly untuk bekerja bakti. Suasana ruang kelas yang akan digunakan sebagai ruang makan pasca acara masih sangat kotor (tepatnya menjijikkan) setelah dijadikan sebagai ruang penyimpanan besek tahtiman pada sorenya. Sampah-sampah berserakan.
“ Nanti dipel ya,” pinta Ustadz. Para siswa yang hadir dalam acara gotong royong tersebut sangat antusias mengikuti titah-titah yang diberikan. Mereka termotivasi untuk ikut menyukseskan acara seniornya. Bangku dan meja dipindah ke eklas lain. Sampah-sampah dibersihkan, dipungut, dimasukkan ke dalam tong sampah. Setelah itu kelas dipel agar sisa-sisa kotoran dapat hilang.
Setelah acara bersih-bersih berakhir, masih ada lagi agenda lanjutan. Menibun halaman yang tergenang oleh air. Sebelum itu mereka membersihkan lumpur-lumpur menggunakan alat. Setelah itu lumpur diangkutkan ke mobil brondol untuk dibuang. Barulah halaman ditimbun menggunakan pasir.
Lelah dirasakan oleh kawan-kawan 3 Aly. Namun hal itu sangat mereka nikmati sebab mereka beruntung dapat menorehkan peranannya dalam acara ini. Esoknya mereka masih mendapat tugas membantu menyukseskan jalannya acara. (jin1abad. Sarjoko)
Pagi yang cukup cerah mengundang siswa 3 Aly yang mendapat tugas untuk menuju ke komplek PIM. Seragam biru mereka kenakan. Hari ini ada silaturrahmi KMF Pati yang dihadiri oleh Direktur PIM, KH. M. A. Sahal Mahfudz. Para siswa langsung mendapat intruksi menata kursi di halaman. Yang lain ikut mengambil barang-barang di ndalemnya KH. Mu’adz Thohir menggunakan mobil Panther sekolahan. Semua melaksanakan tugasnya dnegan sepenuh hati.
Saat mobil datang para siswa langsung membantu menurunkan barang berupa piring, mangkok dll dan mengusungnya ke kelas sebelah barat Perpustakaan PIM. Hilir-mudik para siswa membawanya. Kringat sampai mengucur menandakan bahwa mereka tengah bekerja keras. lima kali mobil membawa barang dari ndalemnya abah Mu’adz. Yang kedua membawa barang pecah belah yang masih tertinggal dan konsumsi, yang ketiga konsumsi. Yang lain lauk dan segala tetek bengeknya.
Para siswa dibagi tugas sebagai tukang parkir, tukang antar konsumsi, dan menata tempat makan. Tiga orang ndalem mengkoordinir para siswa. Tempat ditata sedemikian rupa hingga terpampanglah tempat yang meggiurkan. Aneka hidangan beraroma lezat seribit-seribit menerpa hidung siswa yang belum sarapan. Jadilah perutnya semakin keroncongan. Lelah, capek dan segala yang berbau keluhan mampir di tubuh siswa. Sampai-sampai ada yang tertidur di kelas.
Tugas yang mereka jalankan benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Ada satu cerita di mana saat menata meja, plastik mika yang digunakan sebagai pelapis kehabisan. Dua siswa bergegas mencari plastik di toko elfour membawa motor scoopy pinjaman dari dua pengunjung bursa yang sama sekali tak mereka kenal. Plastik didapat. Alhamdulillah…
Setelah acara selesai, para siswa mendapat kejutan. Prasmanan yang disediakan untuk tamu undangan masih banyak tersisa. Mereka langsung secepat kilat mencicipi sate, udang, ikan dan banyak jenis makanan lainnya. Ada siswa yang pada hari itu puasa langsung membatalkannya karena tidak kuat oleh godaan ikan dan hidangan yang terpampang di depan mata. Perut mereka dijamin terisi penuh….(jin1abad. Sarjoko)










ngetes
BalasHapussebagai siswa PIM kita harus mendukung acara-acara seperti ini. Bravo PIM! By : Sekuntum Bunga Hijau
BalasHapusalumni mulai tahun piro jok ???
BalasHapus