Mewarna hari, menuju mimpi
“ Barokah, yi…” teriak serempak seisi ruang kelas. Teriakan satu kata “berkah/barokah” kerap keluar dari bibir-bibir siswa PIM khususnya 3 Aly karena, selain merasa belum mampu menjadi pegiat agama alias da’i, ilmu yang dimiliki kebanyakan masih sangat minim. Dalam bahasa Kang Shodiq Ridwan (3 Aly A) disebut ‘tawdhu’.
Hal ini bisa ditilik mengapa siswa sangat antusias berteriak kata barokah. Karena percaya barokah merupakan motivasi utama para siswa calon mutakhorijin (yang saat ini masih bergelar mustakhrijin) menandai masa depan yang serba samar. Kata barokah sekaligus tanda bahwa para siswa masih mempercayai (dan harus percaya) pada kekuatan supranatural yang bertebar di alam raya. Logikanya, tanpa kekuatan supranatural mustahil seseorang bisa merenda sukses melihat semasa sekolah hanya diisi dengan kegiatan BT7 (bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur) alias setiap pergantian jam selalu tidur yang diutamakan.
Membangun fondasi percaya pada barokah tak semudah mempercayai bangsa lelembut. Buktinya banyak yang kontra sewaktu mendengar istilah ini. Bahkan dalam level yang lebih jauh, tahlilan dan manaqiban yang notabene sebagai ajang cari barokah ditentang oleh beberapa firqoh kontra-barokah. Yang pro tetap saja melakukan rutinitasnya karena baginya (bagi kita juga) ngalap barokah itu hal positif. Bukan kemusyrikan sebagaimana dituduhkan kaum kontra. Sementara mempercayai barang lelembut (bukan glepung yang disampaikan oleh Yi Madun) merupakan sebuah kewajaran dan tak ada penentang bagi orang yang bertaqwa. “Al-ladzina yu’minuna bilghoibi…al-ayat”.
Nah, barokah bisa dicari di mana saja. Di Mbah Google, syekh tercerdas seluruh dunia juga bisa. Asal klik saja situs yang mbarokahi (bukan bar okah) Insya Allah (kata Maher Zein) ‘You’ll Find Away’. Kalo kliknya aja udah aneh-aneh (semisal tips menyembelih badak) ya gimana dapat barokah syekh Google-nya? Kalaupun ada barokah, barokahnya itu yang Bar langsung Okah.
PTM (Panitia Takhtim Mutakhorijin) sebagai sebuah wadah perkumpulan 3 Aly sudah memplanningkan beberapa kegiatan pengalapan barokah ini. Seperti dawuh banyak kiai bahwa ‘iso ora iso seng penting ngaji kanthi istiqomah, insya Alloh diparingi berkah’, maka dengan ini menyatakah bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan! Ups, malah nyasar tekan UUD. Maksuduhu maka PTM menyelenggarakan beberapa kegiatan penunjang persiapan testing kitab esok akhir tahun.
Jadwal yang kami dapat sementara ini (jika ada perubahan langsung kami up-date setiap bulan) adalah sbb:
1. Hari sabtu malam ahad- Ngaji Tafsir di ndalem Abah Yasir. Kitab Tafsir Al-Jalalain. Waktu : Bakda Isya (lebih baik sebelum isya sudah berada di lokasi karena pembacaan kitab metode bandongan dilaksanakan pas setelah isya yang diimami Abah Yasir). Ngaji perdana: 08 Oktober 2011
2. Hari Ahad- Ngaji Fiqh di PPMH Buludana (Yi Mun). Kitab Tuhfatut Thullab (Tahrir). Waktu : Setelah Ashar. Ngaji perdana: 16 Oktober 2011
3. Hari Selasa- Ngaji Ushul di ndalem Abah Nafi’. Kitab Lubbul Ushul. Waktu : Setelah Ashar. Ngaji perdana: 11 Oktober 2011
4. Akan menyusul dan saat ini masih diformat oleh seksi kegiatan adalah ngaji ghorib, nahwu, tahtiman, ayatan, dan tambahan waktu buat ngaji tahrir.
Buat temen-temen 3 Aly, sok atuh istiqomah ngajinya. Aja males-males baen. Uwis tuwa aja kakehan polah nek kejungkir kapok. Setuju? SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!(jin1abad. Sarjoko)









0 komentar:
Posting Komentar