Powered By Blogger

MUSALSAL MUTAKHORIJIN PIM TAHUN 2011-2012

Kegiatan ini merupakan prosesi pemberian ijazah beberapa hadits yang jalur periwayatan hadits itu, baik rowi dan sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

PESAN2 "Ingat Tujuan Dari Rumah"

Ingatan yang perlu kita ingat, adalah tujuan sejati dari terselenggarakannya acara ini, Yakni agar kita selalu teringat, terjaga,dan terteguhkan di aspek aqidah, berupa Islam yang tidak setengah-setengah, apalagi KTP / sebatas menurut formalitas (anut-anutan orang sekitar).

MUNAQOSYAH

Setelah berjibun riwa-riwi membuat KTA sampai ada sebagian siswa yang telat, akhirnya pertanggungjabawan itu datang juga. Tepat di hari Senin, 05 Maret lalu para siswa 3 Aly harus mampu mempresentasikan apa yang mereka tulis..

GALERY FOTO MUSALSAL

Album foto kenangan musalsal 3 Aly 2011-2012

TAHTIMAN PTM

Ahad, 04 Desember 2011 Awan putih menyelimuti pagi yang samar-samar disinari cahaya matahari. Cuaca tidak begitu dingin seperti saat malam harinya yang penuh diguyur rerintik hujan. Panas pun tidak. Cuaca di pagi ini benar-benar bersahabat bagi rombongan ziarah Perguruan Islam Mathali’ul Falah yang terdiri dari para asatidz, pegawai, dan siswa.

Jumat, November 04, 2011

Puisi



Kajen
Oleh : Sarjoko

lengang gema tartil qur’an memang tak bisa ditemu di punggung mungilmu
ribuan pemuda bersarung hilir mudik berhias senyum menghaluskan aspal-aspal goreng yang membeku
wanita berjilbab dengan segala keterpesonaannya
tapakkan kakinya di bumi berjuluk kampung santri
kajen
ramaikah hujan bait al-fiyah masyhur di sudut-sudut makam seperti dulu?
atau klik mouse internet lebih primadona bersama informasi dan komunikasi yang dibawa
masih utuhkah budaya musyawarah, sorogan, dan bandongan yang melabeli plat-plat peantren salafmu
atau hanya kepul asap kereta-kereta warung kopi yang berkolaborasi dengan gorengan dan nasi kucing lewatkan malam-malam keberkahan
pukul dua malam peziarah mendaki tangga pelataran mbah mutamakkin
saat itu dapatkah mereka menyaksikan puluhan bocah berqiyamul lail melototi baris-baris arba’in nawawi?
adakah kesempatan berdecak kagum melihat kening-kening bersujud tahajud
atau hanya serakan orang tidur membujur bersanding hape berdering terpampang di emperan bangunan keramat?
baris-baris gundul tuhfatut thullab tak lagi samar akibat teplok yang ditiup angin
kini malammu tersinari bohlam-bohlam seribu watt
lima puluh pesantren kau pikul
benderang bila dilihat dari gelombang awan pekat yang lewat tutup bulan dan kerlipan bintang
namun masihkah tawa canda selingi muthola’ah kajian kitab kesalafan?
apakah benar kesalafanmu memudar seiring masuknya budaya barat yang diimpor dari paham globalisasi komputerisasi atau apasasi yang buatmu terkekang dalam falsafah
‘al-muhafadzoh alal-qodimi as-sholih wal akhdu biljadidil ashlah’
di mana tradisi mbah mahfudh, mbah nawawi, mbah dullah dan mbah-mbah yang lain berlari?
ke sarang? ke kwagean? ke lirboyo?
kajen
ironis apabila para penimba ilmu kau biarkan berkeliaran di warung internet yang menjamur, berfragmentasi dan busuk
ini bukan zaman santri tunduk pada dawuh kiai
mintalah borgol dan kencangkan bilik-bilik pesantrenmu dengan baja sholawat
kurung para tholibat dari muara arus kerennya majalah teen yang membuat mereka melempar jilbab di malam idul fitri
apakah akhlak hanya diterapkan di sebelah ndalem pengasuh?
kajen
lindungi kiai sepuh dari ancaman preman-preman lokal berpeci, berkrudung
serta preman-preman lain yang berani mengentutkan knalpot beserta gelegar bunyi preketek meledak-ledak
murnikan mulut-mulut santri yang berkarat oleh nama anjing laknat
siramkan huruf ta’limul muta’allim di hati mereka
do’akan agar gusti pengeran tak ciptakan ghisyawah
kajen
utuskan kiai surgi berpatroli tindak penghancur
saat ini banyak celeng-celeng sowan demi kepentingan
apa jadinya bila kolam sarean jadi wisata berpetukan?
kajen
sudut-sudut jalanmu tak lagi sesepi itu
malammu berhias kopi
dan siangmu dirambat pasangan-pasangan berboncengan
melintas santai di depan pesarean
berseragam, berjilbab, atau bahkan buka aurat
merekalah perusak macapat-macapat islami karena topeng-topeng suci yag dianggap sejati
agh!

kajen, 25 oktober 2011

Dino kutumpangi


Kamis, November 03, 2011


Iuran Kegiatan PTM

PERMATA-27/10/2011- Persidangan penentuan iuran digeber setelah dzuhur. Pengurus Harian yang terbentuk dan menurunkan SK pada tanggal 18 lalu sibuk mempersiapkan segala sesuatu keperluan sidang. Utamanya masalah makan karena peserta sudah mulai kluruk perutnya. Ada yang ganjil dalam teks sidang karena bendahara mencantumkan kalimat ‘ojo korupsi’ di naskah sidang anggaran.
Namun saat bendahara menjelaskan bahwa itu kalimat sakti yang didawuhkan oleh KH. Ah. Nafi’ Abdillah kala penghar sowan untuk pertama kalinya, peserta sidang memaklumi dan aula yang tak bisa dikatakan nyaman ramai dengan selogan ‘ojo korupsi’. Dengan anggaran perencanaan sebanyak 80 juta lebih, diperlukan orang-orang profesional untuk menangani sirkulasi keuangan agar realita bisa dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Sangat logis apabila Abah Nafi’ begitu mengkhawatirkan terjadinya praktik korupsi di kepanitiaan ini. Karena hakikatnya manusia diselubungi nafsu yang semasa-masa bisa merubah akal jernih menjadi keruh dan sangat mungkin kekeruhan akal membuat orang lupa pada dzat yang mahatahu. Untuk itu, beliau berpesan agar PTM kali ini lebih memperhatikan masalah bujet supaya bisa realistis dalam laporan kelak. Utamanya agar siswa PIM yang notabene merupakan santri tidak ikut terjebak dalam skandal korupsi sebagaimana yang terus terjadi di negri pertiwi ini.
Sebagai arena sosialisasi masalah anggaran tersebut, seksi dokumentasi (pengelola situs ini) memberi informasi seluas-luasnya kepada wali murid untuk mengetahui jumlah iuran melalui situs ini. Diharap dengan informasi yang bisa diakses dari belahan dunia manapun memberi pemahaman yang positif oleh para wali murid yang curiga akan adanya pemfiksian berita iuran oleh putranya. Jumlah iuran sebagaimana tertulis dalam surat PTM tertanda Ketua PTM, Ayub Dermawan nomor : 11/A/PTM-PIM/XI/’11 memutuskan biaya iuran maksimal PTM 2011/2012 sebanyak Rp. 700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah). Untuk itu diharap kepada segenap siswa dapat bekerjasama dengan panitia secara fair tanpa praktik pelaporan fiksi dalam meminta iuran kepada orang tua masing-masing.

Ketua PTM


Pemilihan Ketua PTM


Riuh renyah para siswa 3 Aly sebelum acara dimulai
KAJEN (12-10-2011)-Pagi yang cerah menyapa. Empat orang dengan wajah sumringah melangkah ke meja khusus (VVVIP) yang disediakan oleh komisi pemilihan umum wilayah karesidenan Aliyah. Mereka adalah wakil-wakil kelas masing-masing yang memiliki hak dipilih menjadi leader PTM di mana menjadi seorang leader adalah sebuah kebanggaan. Nek coro rokok sejati ‘memang bikin bangga’.
Orang yang paling tegang dalam ruangan itu adalah presiden HSM yang diserang oleh kakak-kakak 3 Aly seng rewel gara-gara pemilihan ditunda beberapa kali. Dalam sambutannya, sang presiden yang berasal dari Jogjakarta itu menyampaikan permohonan maafnya karena baru bisa menyelenggarakan pemilihan pada hari itu (piye iki, dab…tapi suwun yo wes sabar ngurusi kakak-kakakmu iki). Tepatnya tanggal 12 Oktober 2011 hari rabu jam ke-3.
Atas nama dewan penasehat hadir Bpk. Su’udi Romli, sang motivator ulung dari ranah Kajen. Dengan suara yang berwibawa beliau menyampaikan perbekalan dalam urusan keorganisasian. Bahwa walau PTM adalah organisasi tertua, tapi harus tetap menghormati HSM sebagai pengayomnya. Jangan gengsi njaluk tulung n kritik mbe seng lewih enom. Menyambut pula bapak Subhan Salim, M. Ag. Beliau berpesan agar PTM tak mengulang kesalahan fatal yang terjadi di masa-masa yang sudah lewat. Para calon pemimpin yang berjumlah empat itu semakin manthuk-manthuk kala goyang kata khas Bapak Shidqon Famulaqih mengguncang. Kali ini Pak Aqib (nama beken Pak Shidqon) mengkritisi bendahara agar bendahara dipilih dari kalangan tegelisme. Yaitu berani berkata TIDAK untuk para penghutang.
Ustadz Sidqon Famulaqih memberi sambutannya
Sebelum acara pemilihan ada sebuah insiden yang membuat ricuh antara kelompok pro dan kontra. Jauharul In’am yang bergelar Pangeran Lor ing Kali Juwana Zuhud Kholifatullah Al-Mu’tashim Billah menyuarakan pendapat bahwa hendaknya memberi kesempatan kepada satu orang lagi untuk dipilih.
“ Begini, pimpinan. Kita masih punya satu orang yang kenyang pengalaman dan layak memimpin PTM ini. Dia adalah…” Belum sempat Zuhud mengakhiri pendapatnya, seisi ruangan bergemuruh. Beberapa melempar botol isi air kemasan dan berteriak ‘cukup pimpinan!’. Tak ayal hal ini membuat pimpinan sidang dilematis. Setelah berdialog dengan para staff-nya, pimpinan sidang memberi hak demokrasi kepada hadirin. Hadirin sepakat bahwa empat calon itu cukup. Berakhirlah hujatan demi hujatan yang dialamatkan kepada Pangeran Lor ing Kali Juwana atau biasa disebut oleh Syekh Muhammad Abduh Al-Qudsy sebagai Arjuna. Arjuna…Arjuna..Arek Juwana…
Pemilihan pun digelar. Orasi-orasi dari masing-masing calon sudah membahana di termin sebelumnya. Para calon yaitu Ah. Shofi Amri (3 Aly A), Mujahiddin/just in biebier (3 Aly B), M. Zuhri (3 Aly C), dan Ayub Dermawan (3 Aly D) juga mendapat jatah kartu peilihan. Kali ini Om Sa’dun dan Kopral Shodiq menjadi pembaca hasil votting teman-teman 3 Aly yang berjumlah 125 (seratus dua puluh lima). Terdengar teriakan yel-yel dari seluruh penjuru ruangan.
Di sudut utara para pendukung Ayub berkoar: Ayub…yeyeyeye. Di sudut selatan yang dipentoli oleh Bilal dan Anang bergoyang ala Romansa mendukung Kenyung alias Zuhri. Kenyung woyo-woyo! Kenyung woyo-woyo! Kedua kubu saling bergesek dan yakin bahwa pilihannya paling layak untuk memimpin.
Panitia penghitungan suara
Sa’dun yang berduet dengan Shodiq dalam pembacaan hasil pemilu menyampaikan pesan bahwa pemilihan ini murni dari hati nurani rakyat. Bukan hasil money politic yang lagi gencar di negri ini.
“ Seharusnya kita sadari, bahwa, kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini didasari pada kejujuran. Kita sama-sama tahu bagaimana Bung Tomo dengan selogannya ALLAHU AKBAR berhasil mematahkan serangan agresi militer Belanda untuk merebut kota Surabaya. Lebih dari itu, demi membentuk karakter suatu bangsa yang bebas dari belenggu kenistaan, maka, kami selaku wakil aspirasi masyarakat akan membuka suara pertama.
“ Mujahiddin”. Tepuk tangan terdengar riuh.
“ Shofi” Makin keras tepukan tangan beradu.
“ Mujahiddin lambene pol seksi” grrrr. Suara tawa menyambut.
“ Shofi, makin tua makin jadi…” Ya, lap pertama memang dikuasai basis Mujahiddin dan Shofi. Sementara suara Ayub sayub-sayub saja terdengar. Apalagi nama Kenyung belum disebut sekali pun. Hal ini membuat gelisah para suporternya yang sudah mengharap jatah mayoran. Luthfi Sukri selaku tim sukses pun semakin pesimistis jagonya yang ia juluki sebagai ‘Prabowonya’ 3 Aly C berhasil mengejar dominasi suara Shofi dan Mujahiddin.
Situasi berbalik di suara ke 30. Nama Ayub sering disebut. Sesekali saja nama Muja dan hanya Shofii yang mampu mengimbanginya.
“ Aku milih Kenyung,” ucap Shodiq membaca surat suara. Seisi ruangan bergema. Rasa-rasanya suka cita yang dirasakan oleh pecinta Kenyung membuat ruang seperti berguncang terkena gempa berkekuatan 8.9 SR. Bilal, Anang, Luthfi, Toyib, dan beberapa tim suksesnya semakin menjadi. Mereka terus menari sebab pilihannya mendapat suara. “KENYUNG WOYO-WOYO, KENYUNG WOYO-WOYO!”.
Sayang, poin terakhir Kenyung hanya bertengger di peringkat juru kunci dengan nilai 3 dari total 125. Muja menyusul dengan 18 suara, Shofi 41, dan the real king disematkan kepada Raden Ngabehi Ayub Dermawan Darmanto Senopati ing Alogo Mudin Anjasmoro dengan perolehan suara maksimal 57. Golongan putih mendapat pemasukan 6.
Saat ketua terpilih diwawancarai oleh situs ini, dia hanya bilang perasaannya campur aduk. Antara yakin dan takut. Celah-celah matanya berkaca-kaca melihat dukungan publik yang luar biasa terhadapnya.
“ Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Alhamdulillah yah. Akhirnya sesuatu membuat saya dipercaya menjadi leader di kesempatan yang membanggakan ini. Saya akan sekuat tenaga dan fikiran, bila perlu nominal, memajukan PTM yang menjejaki tahun ke 100 PIM. Logikanya kita masuk dalam kawasan satu abad mengacu pada hitungan abad bahwa abad 1 dihitung mulai tahun 0-99. Dan kepada seluruh pendukung saya, saya tidak bisa berkata-kata lagi selain mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Dan saya mohon untuk teman-teman yang nantinya kami pilih menjadi panitia,” terangnya sehabis pemilihan. Akhirnya selamat buat Ayub. Semoga PTM kali ini maju! Amin… (jin1abad. Jk)
Sdr. Ayub Dermawan, sang ketua terpilih
Panasnya ruang sidang membuat beberapa siswa gerah

OUR ACTIVITIES


Mewarna hari, menuju mimpi

Ngalap berkah

“ Barokah, yi…” teriak serempak seisi ruang kelas. Teriakan satu kata “berkah/barokah” kerap keluar dari bibir-bibir siswa PIM khususnya 3 Aly karena, selain merasa belum mampu menjadi pegiat agama alias da’i, ilmu yang dimiliki kebanyakan masih sangat minim. Dalam bahasa Kang Shodiq Ridwan (3 Aly A) disebut ‘tawdhu’.
Hal ini bisa ditilik mengapa siswa sangat antusias berteriak kata barokah. Karena percaya barokah merupakan motivasi utama para siswa calon mutakhorijin (yang saat ini masih bergelar mustakhrijin) menandai masa depan yang serba samar. Kata barokah sekaligus tanda bahwa para siswa masih mempercayai (dan harus percaya) pada kekuatan supranatural yang bertebar di alam raya. Logikanya, tanpa kekuatan supranatural mustahil seseorang bisa merenda sukses melihat semasa sekolah hanya diisi dengan kegiatan BT7 (bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tidur) alias setiap pergantian jam selalu tidur yang diutamakan.
Membangun fondasi percaya pada barokah tak semudah mempercayai bangsa lelembut. Buktinya banyak yang kontra sewaktu mendengar istilah ini. Bahkan dalam level yang lebih jauh, tahlilan dan manaqiban yang notabene sebagai ajang cari barokah ditentang oleh beberapa firqoh kontra-barokah. Yang pro tetap saja melakukan rutinitasnya karena baginya (bagi kita juga) ngalap barokah itu hal positif. Bukan kemusyrikan sebagaimana dituduhkan kaum kontra. Sementara mempercayai barang lelembut (bukan glepung yang disampaikan oleh Yi Madun) merupakan sebuah kewajaran dan tak ada penentang bagi orang yang bertaqwa. “Al-ladzina yu’minuna bilghoibi…al-ayat”.
Nah, barokah bisa dicari di mana saja. Di Mbah Google, syekh tercerdas seluruh dunia juga bisa. Asal klik saja situs yang mbarokahi (bukan bar okah) Insya Allah (kata Maher Zein) ‘You’ll Find Away’. Kalo kliknya aja udah aneh-aneh (semisal tips menyembelih badak) ya gimana dapat barokah syekh Google-nya? Kalaupun ada barokah, barokahnya itu yang Bar langsung Okah.
PTM (Panitia Takhtim Mutakhorijin) sebagai sebuah wadah perkumpulan 3 Aly sudah memplanningkan beberapa kegiatan pengalapan barokah ini. Seperti dawuh banyak kiai bahwa ‘iso ora iso seng penting ngaji kanthi istiqomah, insya Alloh diparingi berkah’, maka dengan ini menyatakah bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan! Ups, malah nyasar tekan UUD. Maksuduhu maka PTM menyelenggarakan beberapa kegiatan penunjang persiapan testing kitab esok akhir tahun.
Jadwal yang kami dapat sementara ini (jika ada perubahan langsung kami up-date setiap bulan) adalah sbb:
1.      Hari sabtu malam ahad- Ngaji Tafsir di ndalem Abah Yasir. Kitab Tafsir Al-Jalalain. Waktu : Bakda Isya (lebih baik sebelum isya sudah berada di lokasi karena pembacaan kitab metode bandongan dilaksanakan pas setelah isya yang diimami Abah Yasir). Ngaji perdana: 08 Oktober 2011
2.      Hari Ahad- Ngaji Fiqh di PPMH Buludana (Yi Mun). Kitab Tuhfatut Thullab (Tahrir). Waktu : Setelah Ashar. Ngaji perdana: 16 Oktober 2011
3.      Hari Selasa- Ngaji Ushul di ndalem Abah Nafi’. Kitab Lubbul Ushul. Waktu : Setelah Ashar. Ngaji perdana: 11 Oktober 2011
4.      Akan menyusul dan saat ini masih diformat oleh seksi kegiatan adalah ngaji ghorib, nahwu, tahtiman, ayatan, dan tambahan waktu buat ngaji tahrir.
Buat temen-temen 3 Aly, sok atuh istiqomah ngajinya. Aja males-males baen. Uwis tuwa aja kakehan polah nek kejungkir kapok. Setuju? SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!(jin1abad. Sarjoko)