Kegiatan ini merupakan prosesi pemberian ijazah beberapa hadits yang jalur periwayatan hadits itu, baik rowi dan sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW.
Ingatan yang perlu kita ingat, adalah tujuan sejati dari terselenggarakannya acara ini, Yakni agar kita selalu teringat, terjaga,dan terteguhkan di aspek aqidah, berupa Islam yang tidak setengah-setengah, apalagi KTP / sebatas menurut formalitas (anut-anutan orang sekitar).
Setelah berjibun riwa-riwi membuat KTA sampai ada sebagian siswa yang telat, akhirnya pertanggungjabawan itu datang juga. Tepat di hari Senin, 05 Maret lalu para siswa 3 Aly harus mampu mempresentasikan apa yang mereka tulis..
Ahad, 04 Desember 2011
Awan putih menyelimuti pagi yang samar-samar disinari cahaya matahari. Cuaca tidak begitu dingin seperti saat malam harinya yang penuh diguyur rerintik hujan. Panas pun tidak. Cuaca di pagi ini benar-benar bersahabat bagi rombongan ziarah Perguruan Islam Mathali’ul Falah yang terdiri dari para asatidz, pegawai, dan siswa.
Perguruan Islam Mathali’ul Falah yang didirikan pada tahun 1912 tengah mempersiapkan sebuah hajatan besar-besaran. Hajatan yang dimaksud adalah peringatan seratus tahun (satu abad) yang akan dilaksanakan pada bulan Desember tahun depan. Untuk menyelenggarakan acara yang superbesar dan spektakuler tersebut (karena dihadiri seluruh alumninya) para dewan asatidz yang notabene penyelenggara dituntut untuk menyelenggarakan kegiatan yang bukan asal jalan saja.
Seratus tahun merupakan usia yang fantastis bagi sebuah lembaga. Catatan kemerdekan negara RI saja baru menapaki tahun ke-66. Berarti Mathali’ul Falah 'merdeka' jauh sebelum negara ini merdeka.
Dari seratus tahun tersebut pasti banyak mengorbitkan alumni-alumninya di kancah kehidupan nasional atau bahkan internasional. Banyak alumninya yang jadi tokoh di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, bahkan negara. Untuk itulah ada sebuah kiat mengumpulkan keseluruhannya dalam satu tempat. Para siswa beda generasi dikumpulkan guna mempererat silaturrahmi, saling berbagi cerita, saling menjalin komunikasi. Diharapkan para alumni Mathali’ul Falah tidak meninggalkan tali silaturrahmi dengan sesame alumni lainnya dan saling mengenal dengan generasi yang lain. Itulah yang tampaknya tengah dipersiapkan para asatidz.
Persiapan silaturrahmi kali ini difokuskan untuk para alumni yang berasal dari kabupaten Pati (KMF biro Pati). Sebanyak kurang lebih 400 undangan tersebar ke seluruh penjuru kabupaten. Acara dipersiapkan sebaik mungkin agar para alumni yang bernostalgia dengan masa lalunya semakin merindukan suasana kondusifnya PIM. Para siswa 3 Aly mendapat job penting guna menyukseskan acara ini. Sebanyak 30 orang diberi kehormatan untuk andil dalam acara tersebut.
Ustadz Syiddad dan Ustadz Ulin Nuha tampak paling sibuk mengomando siswa 3 Aly untuk bekerja bakti. Suasana ruang kelas yang akan digunakan sebagai ruang makan pasca acara masih sangat kotor (tepatnya menjijikkan) setelah dijadikan sebagai ruang penyimpanan besek tahtiman pada sorenya. Sampah-sampah berserakan.
“ Nanti dipel ya,” pinta Ustadz. Para siswa yang hadir dalam acara gotong royong tersebut sangat antusias mengikuti titah-titah yang diberikan. Mereka termotivasi untuk ikut menyukseskan acara seniornya. Bangku dan meja dipindah ke eklas lain. Sampah-sampah dibersihkan, dipungut, dimasukkan ke dalam tong sampah. Setelah itu kelas dipel agar sisa-sisa kotoran dapat hilang.
Setelah acara bersih-bersih berakhir, masih ada lagi agenda lanjutan. Menibun halaman yang tergenang oleh air. Sebelum itu mereka membersihkan lumpur-lumpur menggunakan alat. Setelah itu lumpur diangkutkan ke mobil brondol untuk dibuang. Barulah halaman ditimbun menggunakan pasir.
Lelah dirasakan oleh kawan-kawan 3 Aly. Namun hal itu sangat mereka nikmati sebab mereka beruntung dapat menorehkan peranannya dalam acara ini. Esoknya mereka masih mendapat tugas membantu menyukseskan jalannya acara. (jin1abad. Sarjoko)
WAREG
Panggung Acara
Pagi yang cukup cerah mengundang siswa 3 Aly yang mendapat tugas untuk menuju ke komplek PIM. Seragam biru mereka kenakan. Hari ini ada silaturrahmi KMF Pati yang dihadiri oleh Direktur PIM, KH. M. A. Sahal Mahfudz. Para siswa langsung mendapat intruksi menata kursi di halaman. Yang lain ikut mengambil barang-barang di ndalemnya KH. Mu’adz Thohir menggunakan mobil Panther sekolahan. Semua melaksanakan tugasnya dnegan sepenuh hati.
Saat mobil datang para siswa langsung membantu menurunkan barang berupa piring, mangkok dll dan mengusungnya ke kelas sebelah barat Perpustakaan PIM. Hilir-mudik para siswa membawanya. Kringat sampai mengucur menandakan bahwa mereka tengah bekerja keras. lima kali mobil membawa barang dari ndalemnya abah Mu’adz. Yang kedua membawa barang pecah belah yang masih tertinggal dan konsumsi, yang ketiga konsumsi. Yang lain lauk dan segala tetek bengeknya.
Para siswa dibagi tugas sebagai tukang parkir, tukang antar konsumsi, dan menata tempat makan. Tiga orang ndalem mengkoordinir para siswa. Tempat ditata sedemikian rupa hingga terpampanglah tempat yang meggiurkan. Aneka hidangan beraroma lezat seribit-seribit menerpa hidung siswa yang belum sarapan. Jadilah perutnya semakin keroncongan. Lelah, capek dan segala yang berbau keluhan mampir di tubuh siswa. Sampai-sampai ada yang tertidur di kelas.
Tugas yang mereka jalankan benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Ada satu cerita di mana saat menata meja, plastik mika yang digunakan sebagai pelapis kehabisan. Dua siswa bergegas mencari plastik di toko elfour membawa motor scoopy pinjaman dari dua pengunjung bursa yang sama sekali tak mereka kenal. Plastik didapat. Alhamdulillah…
Setelah acara selesai, para siswa mendapat kejutan. Prasmanan yang disediakan untuk tamu undangan masih banyak tersisa. Mereka langsung secepat kilat mencicipi sate, udang, ikan dan banyak jenis makanan lainnya. Ada siswa yang pada hari itu puasa langsung membatalkannya karena tidak kuat oleh godaan ikan dan hidangan yang terpampang di depan mata. Perut mereka dijamin terisi penuh….(jin1abad. Sarjoko)
Awan putih menyelimuti pagi yang samar-samar disinari cahaya matahari. Cuaca tidak begitu dingin seperti saat malam harinya yang penuh diguyur rerintik hujan. Panas pun tidak. Cuaca di pagi ini benar-benar bersahabat bagi rombongan ziarah Perguruan Islam Mathali’ul Falah yang terdiri dari para asatidz, pegawai, dan siswa.
Setelah lonceng panjang dibunyikan, rombongan itu berbondong-bondong menuju ke arah makam yang jaraknya kurang lebih 150 meter ke timur. Jajaran pedagang membentang dari tikungan pertama (timur Kulon Banon) hingga makam terus menderet ke penjuru Kajen yang letaknya berada di sekitar sentral keramaian. Pedagang itu beragam. Ada yang jual martabak, gorengan, sandal, jenang, dan aneka kebutuhan hidup lainnya. Bisa diibaratkan bulan syura menjadi hari rayanya masyarakat Kajen sebab saat bulan syuralah segala pernak-pernik kebutuhan tersedia. Di lapangan Yasin contohnya. Di sana aneka arena permainan seperti komedi putar, rumah hantu, kereta-keretanan dan lain-lain ada.
Tahlil hari ini adalah tahlil yang ke dua selama bulan syura. Yang pertama diselenggarakan pada Kamis lalu, sebagai tahlil awal bulan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya.
Acara tahlil dibimbing oleh KH. Ali Fattah Ya’qub diteruskan do’a oleh beliau. Seperti biasanya, para siswa mengikutinya dengan khusyu’ dan nuansa syahdu. Walau beberapa titik keramaian dan kegaduhan siswa-siswa yang guyonan terdengar riuh renyah. Tapi hal itu tidak mengurangi suasana penuh penghayatan para siswa yang ikut melantunkan tahlil.
Para siswa membaca Alquran dengan khidmat (dok)
Ditutup dengan doa, para siswa langsung menuju keluar. Hanya ada beberapa gerombol saja yang masih ada di dalam area bangunan makam. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak tiga aliyah yang tengah menunggu waktu acara tahtiman bin nadhor yang diselenggarakan oleh Panitia Takhtiman Mutakhorijin (PTM).
Beberapa siswa melepaskan penat dengan tiduran setelah acara
(dok)
Sesuai jadwal tahtiman dimulai pada jam 09.00 wib tepat. Namun berhubung jam 08.00 wib tahlilan sekolah sudah selesai, jadilah M. Afif Fatkhurrahman, ka.sie Kegiatan PTM merevisi jadwal. Tahtiman diselenggarakan setengah jam lebih awal dari jadwal semula. Acara berlangsung khidmat. Para siswa dari empat kelas banyak yang sudah menyelesaikan bacaannya dengan penuh penghayatan dan tanggung jawab. Namun walau mayoritas sudah selesai, ada dua siswa yang baru memasuki lokasi. Mereka mengaku mengikuti jadwal yang pertama dan tidak tahu ada revisi.
“ Agak kecewa sih. Lha tadi panitianya bilang jam Sembilan baru mulai,” terangnya kepada wartawan jin1abad. Siswa yang mendapat jatah juz 30 itu kemudian membolak-balikkan lembaran mushafnya.
Sementara menunggu doa dimulai, beberapa siswa tiduran santai. Ada yang saling melempar canda, ada yang memang tidur beneran. Suasana kompak menyelimuti teman-teman 3 Aly. Mereka sadar bahwa kekeluargaan semacam itulah yang kelak membuat alumni Mathali’ul Falah bisa rukun, tidak lupa antara santu dengan yang lain. Di akhir acara, Ulin Ni’am diplot sebagai pembaca doa dengan pertimbangan bahwa siswa asal Demak ini lebih ‘macem’ daripada yang lain.
“ Setelah acara ini dimohon untuk menuju ke madrasah ibtidaiyyah guna mengikuti prosesi makan-makan,” ucap Irham Habib, anggota seksi kegiatan. Para siswa yang tadinya ngantuk perlahan mampu membuka mata lebar-lebar. Kata ‘makan-makan’ membuat kantuk mereka hilang seketika.
Ada cerita di balik penyelenggaraan tahtiman tahun ini, utamanya di dalam masalah konsumsi. Saat siding sudah disepakati bahwa urusan konsumsi menjadi tanggungan kelas masing-masing agar bujet di PTM bisa diminimalisir mengingat banyak kebutuhan yang lain. Semua setuju dan sudah disosialisasikan kepada semua anggotanya.
Menjelang hari-H, ada dua kelas yang belum mengonfirmasi mengenai makan-makan ini. Akhirnya panitia hanya mendapat dua kelas saja yang ikut makan-makan. Namun beberapa saat kemudian kedua kelas itu turut berpartisipasi. Jadilah suasana kompak lebih terasa geregetnya. Semua sadar bahwa memang itulah cara yang bisa ditempuh. Mengandalkan uang kegiatan di bujet PTM memang sungguh mengerikan sebab iurannya sendiri sudah mencapai angka tujuh ratus ribu rupiah. Andai konsumsi dibujet juga, perkonsumsi taruhlah harga lima ribu dikali sepuluh maka jumlahnya drastis. Berbeda semisal peracara ditarik lima ribu peracara maka terasa lebih mudah.
Rofik berpose di depan kamera
Jam Sembilan lebih sedikit para siswa sudah mulai berkumpul di gedung ibtida’. Ada yang bermain bola, berdialog, sampai yang tidur menggelojor (sempat-sempatnya). Seksi kegiatan berdatangan dengan membawa tapsi berisi makanan. Ada enam belas tapsi yang didatangkan. Semua terlihat tak sabar dan akhirnya setelah mendapat persetujuan dari seksi kegiatan sebagai pengelola, siswa yang umumnya ‘ngelehan’ langsung menyerbu.
Indahnya kebersamaan
“ satu tapsi berenam,” teriak Rofik, seksi kegiatan. Dia geram melihat kebrutalan teman-temannya yang tidak sabar menyantap nasi lauk lele dan sambel terong tersebut. Karena ada yang tidak hadir, ada beberapa kelompok yang makan berlima. Suasana yang sebelumnya ramai mendadak sunyi. Hanya ada suara kunyahan yang membahana. Para peziarah yang lewat memperhatikan tingkah siswa-siswa yang masih fokus pada lelenya itu.
“ E…macan!”
“ Lelene ojo dipangan dewe a…”
“ Wah..lele kok terus,”
“ Seng penting wareg.”
Berbagai komentar keluar dari mulut para siswa. Dari rangkaian acara yang sudah dilalui semua berharap atas satu kata yang masih menjadi mantra bagi siswa-siswa yang percaya pada ‘BERKAH’. Ya, semua untuk ngalap berkah karena pada hari tersebut diperingati oleh para siswa sebagai acara peringatan haul syekh Ah. Mutamakkin. Pada malamnya diselenggarakan pula pengajian umum. Paginya bursa buku HSM (HSM book fair) ikut meramaikan sudut-sudut madrasah.(jin1abad. Sarjoko).
Ust. Ibrahim Mizan mengumumkan lewan pengeras suara bahwa jam ke-3 siswa 3 Aly diinstruksikan segera menuju auditorium PMH Putra guna mengikuti sosialisasi pembuatan Karya Tulis Arab sebagai syarat mutlak mengikuti ujian caturwulan ke II. Sebagai intermezo Bpk. H. Asnawi Rohmat, Lc menyampaikan teknik-teknik pembuatan KTA yang mudah.
“ Seharusnya dalam satu minggu kalian sudah bisa membuat satu karangan,” ujarnya. Siswa memperhatikan seksama penuturan dari Ro’is Lajnah Al-lughoh Al-Arobiyah tersebut. Selain dibekali cara pembuatan KTA melalui pelajaran Insya’, Pak Asnawi membuat dorongan motivasi pada murid-murid bahwa perintah menulis tersirat dalam ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, Iqra’. Logikanya, membaca diperintahkan bukan hanya pada teks al-Qur’an saja. Tetapi membaca hal-hal lain seperti halnya membaca keadaan.
Nah, refleksi pembelajaran pembacaan keadaan atau biasa disebut pengamatan inilah kiranya bisa ditulis oleh siswa pada sebuah karangan karya tulis. Untuk mengasah kemampuan siswa ini diwajibkan menulisnya dengan bahasa Arab. Tema yang ditawarkan ada lima, yaitu: Syari’at (syar’iyyah), Aqidah (al-aqidah), Bahasa (al-lughoh), Sosial (al-ijtima’iyah), dan Pendidikan Islam (tarbiyatul islamiyah).
Kerangka kegiatan KTA meliputi
24 Oktober- Sosialisasi
03 Nopember- Setor judul
21 Nopember – 12 Februari 2012- Isytisyrof
22 Februari- Setor KTA
05 Maret- Munaqosyah
12 Maret- Setor Nilai KTA (oleh penguji dan pembimbing)
15 Maret- pengumuman nilai (81 ke atas mendapat syahadah)
18 Maret- menyetor foto 3x4 bagi nilai jayid jidd ke atas
08 April- seleksi KTA terbaik
Nb: Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai jadwal Tim KTA rilisan terbaru
Proses pembuatan sebenarnya tidak rumit. Hanya para siswa kebanyakan harus menyesuaikan pikirannya dengan para musyrif (pembimbing). Semisal pembimbingnya adalah seorang idealis, tak mungkin pembahas menawarkan judul yang salaf. Begitu pula sebaliknya. Namun itulah tantangan bagi siswa 3 Aly untuk siap maju dalam berbagai urusan dan tantangan. Selogan sea games agaknya perlu kita pahat dalam-dalam di hati. KITA BISA!
“Showwir anta wahid wa ana wahid,” pinta Pak Ibrahim ketika ada kerangka KTA yang sudah dinyatakan diterima (acc). Apabila masih belum lengkap, Pak Bram (sapaan Bpak Ibrahim) mengembalikan kepada si bahis untuk segera melengkapi dan memperbaiki data yang sudah dikoreksi. Dan untuk KTA yang memiliki kemiripan maka kebijakan dari Tim adalah mengembalikan keduanya atau memenangkan bahis yang pertama mengumpulkan kerangka.
Blog ini dikelola oleh orang-orang aneh yang kebetulan dapat SK jadi sie.Dokumentasi PTM HSM 2011-2012.
(Sarjoko, M. Nur Faizin, M. Sabilurrosyad (3 Aly A), Ah. Rozali (3 Aly B), M. Farkhan FS, M. Fatkhurrohman (3 Aly D)). Terbuka untuk semua kalangan khususe cah 3 Aly PIM 2011-2012. Konco-konco yang mau berpartisipasi dalam pengelolaan blog ini bisa kirim naskahnya (tema bebas yang penting mengandung hikmah) ke jin1abad@gmail.com.